SANGIHE, SuaraSulut.com — Ada momen yang terasa berbeda di Masjid AT-Taqwa Kendahe II, Kecamatan Kendahe, Senin (25/5/2026). Di tengah persiapan menyambut Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei mendatang, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari hadir langsung untuk menyerahkan hewan kurban seekor sapi atas nama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Bagi masyarakat di ujung utara NKRI ini, kehadiran bantuan dari orang nomor satu di negeri ini bukan hal kecil. Ini adalah pesan bahwa mereka tidak terlupakan.
“Perhatian ini memiliki arti penting bagi masyarakat perbatasan utara NKRI karena menunjukkan bahwa negara hadir dan terus memperhatikan seluruh masyarakat tanpa membedakan wilayah,” ujar Bupati Thungari dalam sambutannya.
Tak hanya menyerahkan bantuan Presiden, Bupati Thungari sekaligus menyerahkan secara simbolis dua ekor hewan kurban dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk dua masjid lainnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Sangihe, Ronny Pasiale, dalam laporannya merinci ketiga penerima manfaat tersebut: Masjid AT-Taqwa Kendahe II sebagai penerima bantuan Presiden RI, serta Masjid Al-Fajar Daripa Marange Timbelang di Kecamatan Tabukan Tengah dan Masjid Al-Iman Gihang Bahu sebagai penerima bantuan Pemkab Sangihe.
“Selain bantuan Presiden berupa satu ekor sapi kurban untuk Masjid AT-Taqwa Kendahe II, Pemerintah Kabupaten juga menyerahkan bantuan dua hewan kurban bagi dua masjid lainnya sesuai kemampuan daerah,” jelas Pasiale.
Bupati Thungari menjelaskan, pemilihan Masjid AT-Taqwa Kendahe II bukan tanpa dasar. Masjid ini dipilih berdasarkan kriteria jumlah jamaah yang besar serta perannya yang signifikan di tengah kehidupan masyarakat setempat. Tahun sebelumnya, bantuan serupa disalurkan ke Masjid Al-Jihad Kampung Petta, Kecamatan Tabukan Utara — sebuah rotasi yang mencerminkan pemerataan perhatian ke berbagai penjuru kabupaten.
Dalam sambutannya, Bupati Thungari menegaskan bahwa seekor sapi kurban membawa makna yang jauh lebih dalam dari sekadar bantuan sosial biasa. Ia menyebutnya sebagai simbol kepedulian, solidaritas, dan penguatan tali persaudaraan antarwarga.
“Momentum Idul Adha harus menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memastikan sukacita hari raya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, khususnya saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tuturnya.
Ia pun mengingatkan seluruh panitia dan pengurus masjid agar menjalankan amanah penyaluran hewan kurban dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengaitkan semangat Idul Adha dengan visi pembangunan daerah melalui program Sapta Membara. Menurutnya, kemajuan Sangihe tidak hanya diukur dari jalan mulus atau gedung megah, tetapi dari tumbuhnya rasa peduli dan kehidupan sosial yang harmonis.
“Pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur semata, tetapi juga tumbuhnya rasa kepedulian, solidaritas, dan kehidupan sosial yang damai. Mari kita terus menjaga kebersamaan dalam membangun Kepulauan Sangihe yang maju, sejahtera, dan bermartabat,” pungkasnya.
(***/Erick Sahabat)






