Bolsel Berselawat Semalam Suntuk, UAS Kagum Program Ibadah Bertahan Satu Dekade

oleh -1270 Dilihat

BOLSEL– Derasnya tantangan moral dan pudarnya budaya kebersamaan di banyak daerah, Bolaang Mongondow Selatan justru menunjukkan wajah berbeda ribuan warga tumpah ruah memadati Alun-alun Bolsel demi merayakan satu dekade Program Ibadah Subuh Bersama (PISB) yang kini mendapat sorotan langsung dari Ustadz Abdul Somad (UAS).

Lantunan zikir dan selawat mengguncang Alun-alun Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Kecamatan Bolaang Uki, Sabtu (23/5/2026) malam. Ribuan masyarakat dari berbagai wilayah memadati lokasi untuk menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka peringatan 10 tahun Program Ibadah Subuh Bersama (PISB), salah satu program religius unggulan Pemerintah Kabupaten Bolsel.

Momen satu dekade PISB terasa semakin istimewa dengan kehadiran dai nasional, Ustadz Abdul Somad (UAS), yang menyampaikan tausiyah di hadapan jamaah yang memenuhi area kegiatan sejak malam hari.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Bolsel H. Iskandar Kamaru, Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Agama Bolsel H. Thaib Mokobombang, pimpinan instansi vertikal, jajaran perangkat daerah, ASN, hingga tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Iskandar menyampaikan rasa syukur atas konsistensi pelaksanaan PISB selama sepuluh tahun terakhir.

Program yang digagas sejak 2016 oleh almarhum H. Herson Mayulu itu, kata dia, masih terus berjalan berkat komitmen pemerintah dan masyarakat.

“Alhamdulillah, sejak digagas oleh pendahulu kita, almarhum H. Herson Mayulu pada tahun 2016 lalu, kegiatan PISB sampai hari ini masih tetap berjalan dengan baik,” ujar Iskandar.

Juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN dan masyarakat yang dinilai tetap istiqomah menjaga program tersebut agar terus hidup sebagai bagian dari budaya religius daerah.

Kehadiran UAS di Bolsel disebut menjadi berkah tersendiri dalam momentum satu dekade PISB. Menurut Bupati, pemerintah daerah telah membangun komunikasi intensif selama beberapa bulan agar UAS dapat hadir di wilayah paling selatan Sulawesi Utara itu.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, UAS mengaku terkesan dengan konsistensi masyarakat dan pemerintah Bolsel mempertahankan program ibadah lintas keyakinan tersebut.

Bahkan, UAS mendorong daerah lain di Indonesia untuk mencontoh pola pembinaan keagamaan seperti PISB yang dijalankan secara rutin setiap pekan.

PISB sendiri menjadi program unik karena melibatkan seluruh umat beragama sesuai keyakinan masing-masing. Umat Islam melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid, umat Kristen beribadah di gereja, dan umat Hindu menjalankan ibadah di pura.

Program ini selama ini dikenal sebagai simbol penguatan toleransi dan moderasi beragama di Bolsel.

Pada momentum satu dekade PISB, UAS juga menyampaikan 10 catatan strategis sebagai refleksi sekaligus penguatan terhadap keberlanjutan program tersebut di masa mendatang.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.