MITRA– Setelah berjalan dengan misi mempercepat pembangunan desa, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 resmi ditutup di Kecamatan Belang, Minahasa Tenggara, Kamis, dengan penegasan kuat bahwa pembangunan daerah tak bisa berjalan tanpa kolaborasi TNI dan masyarakat.
Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli, menghadiri upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 yang dipusatkan di Kecamatan Belang.
Kegiatan tersebut mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” dan dipimpin langsung oleh Komandan Korem 131/Santiago, Brigadir Jenderal TNI Martin Susilo Martopo selaku inspektur upacara.
Dalam sambutannya, Danrem menegaskan bahwa program TMMD menjadi bagian penting dalam membantu percepatan pembangunan wilayah sekaligus memperkuat kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
“TMMD bertujuan membantu percepatan pembangunan di daerah, mewujudkan gerak juang yang tangguh, serta meningkatkan kemanunggalan TNI bersama rakyat,” ujar Brigjen TNI Martin Susilo Martopo.
Rangkaian kegiatan ditandai dengan penandatanganan naskah serah terima hasil pelaksanaan program TMMD ke-128, sebagai simbol berakhirnya pelaksanaan kegiatan di wilayah tersebut.
Usai seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial kepada warga.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Komandan Koarmada VIII Manado Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, Komandan Kodim 1302/Minahasa sekaligus Dansatgas TMMD ke-128 Letkol Inf Bonaventura Ageng F. Santoso, Ketua DPRD Minahasa Tenggara Sophia Antou, unsur Forkopimda, pejabat Pemkab Mitra, Camat Belang, para hukum tua, hingga jajaran pemerintahan desa di Kecamatan Belang.(***)
