Kapolres Boltim Ajak Warga Rawat Kerukunan, Tegaskan “Torang Samua Basudara” Adalah Kekuatan Sulut

oleh -255 Dilihat

BOLTIM – Di tengah keberagaman suku, budaya, agama, dan bahasa yang hidup berdampingan di Sulawesi Utara, menjaga persatuan dan keharmonisan menjadi kunci utama terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.

Kapolres Bolaang Mongondow Timur, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat nilai-nilai toleransi dan menolak segala bentuk provokasi maupun perpecahan yang dapat mengganggu kedamaian daerah.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat kebangsaan yang terus digaungkan di Sulawesi Utara melalui slogan “Torang Samua Basudara”, yang menegaskan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling merangkul dalam keberagaman.

“Di tanah Nyiur Melambai, perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling merangkul. Sulawesi Utara berdiri kokoh dalam damai, dipersatukan oleh budaya, dihiasi toleransi, dan dijaga oleh semangat Torang Samua Basudara,” demikian narasi yang digaungkan sebagai pengingat pentingnya menjaga persaudaraan antarwarga.

Mantan personel Densus 88 Anti Teror Mabes Polri itu menegaskan, terciptanya situasi aman dan damai tidak dapat diwujudkan hanya oleh aparat keamanan semata. Menurutnya, dibutuhkan peran aktif dan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah.

“Keamanan dan kerukunan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Melalui pendekatan humanis dan sinergi bersama seluruh elemen masyarakat, Polri akan terus hadir di garda terdepan untuk memastikan situasi Kamtibmas di Sulawesi Utara, khususnya di wilayah Bolaang Mongondow Timur, tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolres.

Di era digital yang serba cepat saat ini, masyarakat juga diingatkan agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama di media sosial. Kapolres meminta warga tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan dan merusak keharmonisan yang selama ini terjaga.

Kampanye bertajuk “Jaga Kerukunan Antar Warga Sulut: Beda Suku Budaya Agama Bahasa, Kita Satu Kita Indonesia” disebut menjadi pengingat kuat bahwa persatuan merupakan harga mati yang harus dijaga bersama.

Orang nomor satu di jajaran Polres Boltim itu pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat semangat persaudaraan demi menjaga Sulawesi Utara tetap damai dan harmonis.

“Dengan semangat Torang Samua Basudara, mari kita bersama-sama menjaga Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara tetap menjadi tanah yang damai, aman, dan penuh senyuman,” pungkasnya. (**)