BOLSEL– Di tengah keterbatasan anggaran, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 Bolaang Mongondow Selatan resmi dibuka membawa pesan kuat: kompetisi ini bukan sekadar lomba, tapi pertaruhan lahirnya generasi Qurani masa depan.
Perhelatan MTQ XXXI tingkat Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan resmi dimulai pada Rabu (6/5/2026), ditandai dengan seremoni pembukaan di Aula Gedung PLHUT Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bolsel, Desa Tabilaa, Kecamatan Bolaang Uki.
Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Kantor Kemenag Bolsel H. Muh. Thaib Mokobombang, perwakilan Pengadilan Agama Bolaang Uki, Ketua LPTQ Rikson Paputungan, Kabag Kesra Syukri Van Gobel, pimpinan Baznas, para camat, kepala KUA, hingga kepala madrasah se-Bolsel.
Pembukaan resmi dilakukan oleh Asisten I Setda Bolsel, H. Alsyafri Kadullah, mewakili Bupati H. Iskandar Kamaru. Dalam sambutan yang dibacakannya, ia menegaskan bahwa MTQ tidak boleh dipandang semata sebagai ajang kompetisi.
“MTQ adalah ruang membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an. Targetnya bukan hanya juara, tetapi generasi yang mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilainya,” tegasnya.
Juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan LPTQ atas kerja keras menyelenggarakan kegiatan tersebut. Secara khusus, Baznas mendapat sorotan atas kontribusinya dalam mendukung pelaksanaan MTQ di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Lebih lanjut, Alsyafri menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan sosial.
Kepada dewan hakim, ia mengingatkan agar menjalankan tugas secara profesional dan objektif, demi menghasilkan peserta terbaik yang mampu bersaing hingga ke tingkat provinsi dan nasional.
MTQ kali ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang tahunan, tetapi juga momentum strategis dalam membentuk generasi berakhlak mulia yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih tinggi.(***)
