Hardiknas 2026, Wali Kota Bitung Tegaskan Pendidikan Lebih dari Sekadar Transfer Ilmu

oleh -74 Dilihat
Didampingi Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, Wali Kota Hengky Honandar menyerahkan bingkisan kepada Siswa SMP berprestasi. (foto istimewa)

BITUNG — Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, didampingi Wakil Wali Kota Randito Maringka memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah (Otda) Tahun 2026, Senin (4/5/2026).

Dalam upacara tersebut, Hengky Honandar membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, tetapi upaya membentuk manusia yang cerdas, berkarakter, dan bermoral.

Menurut Hengky, peringatan Hardiknas menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali komitmen terhadap kemajuan pendidikan.

“Pada hakikatnya, pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan fitrah manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti pendidikan adalah memuliakan manusia,” kata Hengky Honandar saat mengutip kalimat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Ia juga mengingatkan nilai-nilai pendidikan yang diwariskan Ki Hajar Dewantara melalui sistem among, yakni asah, asih, dan asuh, yang dinilai tetap relevan dalam membentuk karakter generasi muda.

Hengky menambahkan, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui pembangunan dan revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, serta perluasan akses pendidikan yang merata dan inklusif.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan membutuhkan dukungan bersama, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan media.

“Melalui momentum Hardiknas ini, mari kita bersama menjaga kualitas pendidikan demi melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi masa depan,” katanya.

Upacara tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Bitung Ny. Ellen Honandar Sondakh, Sekretaris PKK Ny. Jacinta Marybell Maringka Gumolung, unsur Forkopimda, serta jajaran perangkat daerah. (***)