Seputarsulutnews.co, Manado– Pendidikan tak hidup di atas kertas, ia bertahan di bangku kayu lapuk dan tatapan anak-anak yang tetap ingin belajar, bahkan saat fasilitas nyaris tak layak.
Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, kembali menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar angka dalam laporan, melainkan realitas yang hidup di ruang-ruang kelas sederhana.
Pesan itu disampaikan saat mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam kunjungan kerja di Minahasa, atas arahan Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling.
Di SMK Negeri 3 Tondano, pemerintah meresmikan langkah besar melalui program revitalisasi ratusan sekolah—sebuah upaya konkret memperbaiki kualitas pendidikan di daerah.
Namun suasana berbeda terlihat saat rombongan tiba di SD Negeri Sinuian. Bangunan sederhana dengan berbagai keterbatasan menjadi potret nyata kondisi pendidikan yang masih membutuhkan perhatian serius.
Meski demikian, semangat belajar para siswa tak surut. Mereka tetap datang ke sekolah, mengikuti pelajaran di tengah fasilitas yang jauh dari kata ideal.
Wagub Victor tidak hanya melihat dari kejauhan. Ŵagub meninjau langsung ruang kelas, halaman sekolah, hingga mendengar cerita para guru.
Dari kunjungan itu, dipastikan SD Negeri Sinuian masuk dalam program revitalisasi tahun ini.
Peletakan batu pertama pun telah dilakukan sebagai tanda dimulainya pembangunan.
“Yang penting sekarang bukan lagi bicara rencana. Yang sudah dimulai harus benar-benar selesai dan dirasakan langsung oleh anak-anak,” tegasnya.
Pemerintah menyadari, masih banyak sekolah dengan kondisi serupa. SD Sinuian bukan satu-satunya. Karena itu, program revitalisasi menjadi langkah strategis untuk memastikan pendidikan layak dapat dinikmati seluruh siswa di Sulawesi Utara.(***)





