Calon Tunggal Ketua DPD I Golkar Sulut, MEP Optimis Besarkan Partai Golkar di Daerah Nyiur Melambai

oleh -630 Dilihat

Sulut, Musyawarah daerah (Musda) XI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sulawesi Utara (Sulut) akan di gelar, Sabtu (11/5/2026).

Sebelum melaksanakan Musda, Stering Comite (SC) membuka pendaftaran Bakan calon (balon) ketua DPD I Golkar Sulut mulai pukul 14:00 Wita sampai dengan pukul 20:00 Wita.

Tepat pukul 18:00 Wita dr.Michaela Elsiana Paruntu (MEP) tiba di kantor Golkar Sulut di kantor Partai Golkar Jl. R. E. Martadinata, Dendengan Luar, Kecamatan Paal 2, Kota Manado, Sulut,
untuk datang mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (Balon) di dampingi Ketua DPDI I Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu dan 12 DPD II Golkar Kabupaten/Kota.

Ketua Steering Committee (SC) Abler Bentian didampingi Sekretaris SC Micky Lumingas dan perwakilan DPP Partai Golkar, Nurmansyah, menyampaikan
sesuai mekanisme aturan sebelum Musda, pendaftaran dibuka hingga pukul 20:00 WITA.

“Yang datang mendaftar hanya MEP dan berkas yang masuk akan segera kami verifikasi dan akan disampaikan pada forum terhormat Musda XI Partai Golkar Sulut,” tegas sekretaris SC Micky Lumingas, Jumat (10/5/2026).

Di tempat yang sama, dr.Michaela Elsiana Paruntu (MEP) Balon Ketua DPD I Golkar Sulut saat konferensi persnya menegaskan poin krusial yang akan menjadi fondasi kepemimpinannya jika terpilih nanti dengan memegang teguh prinsip loyalitas tanpa kompromi, tertib dan tegak lurus terhadap garis instruksi Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia termasuk target penambahan kursi Partai Golkar secara signifikan, baik di tingkat DPR RI maupun DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota.

“Tugas utama kami adalah membesarkan partai. Ibu CEP telah menetapkan standar tinggi, dan kami berkomitmen untuk melampaui capaian tersebut melalui kerja-kerja politik yang terukur untuk penambahan kursi di Legislatif” ujar MEP dengan nada optimis.

Disisi lain menanggapi pertanyaan mengenai manajemen waktu antara tugas politik dan pelayanan Gereja, MEP menyatakan bahwa kapasitas kepemimpinan diuji dari kemampuan mengelola tanggung jawab yang besar.

“Tuhan memberikan tanggung jawab, Tuhan juga yang memberi kemampuan. Saya tahu kapan harus di kantor, kapan turun ke lapangan bersama partai, dan kapan melayani di Gereja. Saya tidak akan lepas semuanya,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, MEP memberikan sinyal kuat bahwa eranya sebagai pemimpin generasi millenial akan membawa warna baru yang berbeda dari pendahulunya.

“Kita beda generasi, bos. Saatnya kita buktikan apa yang bisa diperbuat generasi millenial untuk kejayaan Partai Golkar,” tandasnya.