Dirjen Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI Tinjau TWA Batuputih, Dorong Pelestarian dan Wisata

oleh -581 Dilihat
Kepala BKSDA Sulut, Danny Hendry Pattipeilohy saat memaparkan potensi wisata dan kawasan Konservasi alam Tangkoko kepada Dirjen Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI, Catur Endah Prasetiani saat menyambangi TWA Batuputih bersama rombongan. (foto istimewa)

BITUNG – Kunjungan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI, Catur Endah Prasetiani, ke kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Batuputih, Kota Bitung, memperkuat komitmen pemerintah pusat dalam pelestarian kawasan konservasi di Sulawesi Utara. Jumat (10/4/2026)

Dalam kunjungan tersebut, Catur mengapresiasi berbagai upaya konservasi yang dilakukan Balai KSDA Sulut, termasuk kegiatan pelepasliaran satwa liar sebagai bagian dari pemulihan ekosistem.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Menteri Kehutanan yang berhalangan hadir karena agenda mendadak di Jakarta, namun tetap memberikan perhatian terhadap pengelolaan kawasan Tangkoko.

“Kawasan konservasi di Bitung ini unik karena berada dekat dengan wilayah perkotaan, namun tetap memiliki ekosistem hutan yang terjaga. Ini harus terus dilestarikan,” ujar Catur.

Sebagai bagian dari agenda kunjungan, dilakukan pelepasliaran lima ekor satwa hasil rehabilitasi, terdiri dari burung perkici dora, elang laut perut putih, serta tiga ekor tarsius.

Kepala Balai KSDA Sulut, Danny Hendry Pattipeilohy, menyebut satwa tersebut merupakan hasil patroli polisi kehutanan dan penyerahan masyarakat yang telah dinyatakan layak kembali ke habitatnya.

“Kami memastikan seluruh satwa yang dilepasliarkan telah melalui proses rehabilitasi dan observasi, sehingga siap kembali ke habitat alaminya. Ini bagian dari komitmen kami menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan konservasi,” kata Danny.

Selain konservasi, TWA Batuputih juga menjadi salah satu destinasi unggulan yang menopang sektor pariwisata daerah. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 24.746 orang dengan kontribusi PNBP sekitar Rp2,2 miliar.

Mayoritas pengunjung merupakan wisatawan mancanegara yang turut menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

Balai KSDA Sulut mencatat, terdapat 17 kelompok pemandu wisata dengan total 68 anggota yang berasal dari Kelurahan Batuputih. Kehadiran wisatawan juga berdampak pada tumbuhnya usaha homestay dan jasa pemandu lokal.

Meski demikian, pengelolaan kawasan masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan anggaran pemeliharaan sarana prasarana dan minimnya tenaga kebersihan.

Pemerintah Kota Bitung melalui Asisten II Michael Sondakh turut mengapresiasi kunjungan Dirjen PSKL tersebut. Ia berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat untuk pengembangan kawasan konservasi yang dinilai memiliki potensi wisata alam lengkap.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat melalui kunjungan Dirjen PSKL. Harapannya, ada dukungan nyata untuk penguatan sarana prasarana serta pengembangan potensi wisata alam di Bitung,” ujar Sondakh.

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kelestarian kawasan konservasi Tangkoko sekaligus mendorong pemanfaatan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.