BITUNG – Anggota DPRD Kota Bitung, Maikel Benly Walewangko, menegaskan komitmennya mengawal aspirasi warga melalui fungsi legislasi dan pengawasan saat menggelar reses di Kecamatan Matuari, Rabu (1/4/2016).
Reses dilaksanakan di dua kelurahan, yakni Sagerat Weru Satu dan Tendeki. Dalam pertemuan tatap muka itu, warga menyampaikan sejumlah persoalan mendasar yang dinilai membutuhkan intervensi kebijakan pemerintah daerah.
Di Kelurahan Sagerat Weru Satu, warga menyoroti keberadaan tiang listrik yang berdiri di tengah jalan dan dinilai membahayakan pengguna jalan. Lokasinya berada di salah satu lingkungan, tidak jauh dari dinding Jalan Tol Bitung–Manado.
“Tiang listrik ini sudah beberapa kali menyebabkan kecelakaan. Selain minim penerangan, posisinya juga tepat di tengah badan jalan. Warga meminta agar segera dipindahkan,” ujar Maikel.
Selain itu, warga juga mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU) serta persoalan drainase yang ditutup oleh oknum warga, sehingga memicu banjir di rumah warga lainnya.
“Ada laporan warga yang rumahnya kerap tergenang karena saluran drainase ditutup. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” katanya.
Maikel menegaskan, seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses akan dibawa ke forum resmi DPRD untuk diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan anggaran dan pengawasan terhadap kinerja perangkat daerah.
“Ini bagian dari fungsi legislasi kami. Aspirasi ini akan kami dorong dalam pembahasan APBD serta diawasi realisasinya oleh dinas terkait,” tegasnya.
Ia juga menyoroti masih rendahnya tingkat realisasi hasil reses yang telah diperjuangkan DPRD selama ini.
“Setiap hasil reses selalu kami kawal, namun realisasinya masih minim. Ini menjadi catatan penting dalam fungsi pengawasan DPRD agar pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (***)





