BITUNG– Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Nick Adicipta Lomban, menggelar dialog bersama ratusan warga di Kecamatan Maesa, Kota Bitung, dalam rangka reses masa persidangan kedua tahun sidang 2025–2026.
Dalam kegiatan tersebut, Lomban menyerap berbagai aspirasi masyarakat, salah satunya terkait kondisi jalan nasional di sejumlah titik di Kota Bitung yang dinilai memprihatinkan.
Anggota Komisi II DPRD Sulut itu menyoroti banyaknya ruas jalan berlubang di jalur utama, terutama di wilayah Madidir, Maesa, dan sebagian Aertembaga.
“Saya melihat ruas jalan utama di Kota Bitung banyak terdapat lubang. Kondisi ini tentu tidak nyaman bagi pengendara, bahkan berpotensi mengancam keselamatan,” ujar Lomban saat diwawancarai sejumlah awak media di aula Kantor Camat Maesa. Senin (31/3/2026).
Meski jalan nasional bukan menjadi kewenangan pemerintah provinsi, ia menegaskan DPRD tetap memiliki fungsi koordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara.
Karena itu, ia mendesak BPJN Sulut segera melakukan perbaikan, minimal dengan menutup lubang di sejumlah titik yang dianggap rawan.
“Saya minta kepada Kepala BPJN Sulawesi Utara agar segera melakukan perbaikan. Setidaknya lubang-lubang tersebut ditutup, terutama di titik-titik yang kondisinya cukup parah,” tegas politisi Partai NasDem tersebut.
Ia menyebut beberapa lokasi yang perlu segera mendapat perhatian, di antaranya kawasan depan GMIM Sentrum, patung Cakalang, Makodim, serta ruas jalan di depan PT Sinar Purefoods.
Lomban juga memahami keterbatasan anggaran, namun meminta agar ruas jalan nasional di Kota Bitung tetap menjadi prioritas pemeliharaan.
“Meski anggaran terbatas, saya berharap BPJN tetap memprioritaskan pemeliharaan jalan di Bitung demi keselamatan masyarakat,” katanya.
Selain infrastruktur jalan, Lomban mengungkapkan adanya aspirasi warga terkait banyaknya lampu jalan yang tidak berfungsi.
Ia juga menyinggung kondisi jalan provinsi di Bitung yang kini tersisa pada beberapa ruas penghubung, seperti jalur Danowudu menuju Likupang, serta ruas dari Terminal Tangkoko ke Kumersot dan Karondoran menuju Klabat, Minahasa Utara.(***)





