MANADO– Suasana Kota Manado mendadak “bergetar”. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan kemeriahan pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi, Rabu (18/3/2026).
Di tengah gegap gempita itu, Wakil Wali Kota Manado dr. Richard Sualang tampil langsung, menyuarakan pesan tegas: toleransi di Manado bukan sekadar slogan.
Perayaan Taur Kesanga yang dipusatkan di Lapangan Sparta Tikala berlangsung meriah, penuh warna, sekaligus sarat makna spiritual.
Pawai ogoh-ogoh yang menjadi puncak acara sukses menyedot perhatian masyarakat dari berbagai kalangan.
Kehadiran Wakil Wali Kota Manado dr. Richard Sualang di tengah keramaian menjadi sorotan. Orang nomor dua di Kota Manado itu tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi juga mengikuti langsung seluruh rangkaian kegiatan hingga pawai berlangsung.
Dalam pernyataannya, Sualang memberikan apresiasi tinggi kepada Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Manado bersama umat Hindu yang telah menyukseskan kegiatan dengan penuh kekhidmatan dan kebersamaan.
“Ini bukti nyata bahwa toleransi di Manado bukan sekadar slogan, tapi benar-benar hidup dan terjaga,” tegas Sualang.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta keharmonisan antarumat beragama di ibu kota Provinsi Sulawesi Utara tersebut.
Menurutnya, momentum Taur Kesanga dan pawai ogoh-ogoh bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga simbol kuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Manado.
Menutup pernyataannya, Sualang menyampaikan ucapan selamat kepada umat Hindu yang merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Ia berharap seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, khusyuk, dan membawa kedamaian bagi semua pihak.
Perayaan ini kembali menegaskan satu hal di tengah perbedaan, Manado tetap berdiri sebagai contoh nyata kota dengan toleransi yang hidup dan terjaga.(agung sugi)
