BOLSEL– Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan langsung bergerak cepat memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan harga bahan pokok tetap stabil, pasokan LPG aman, serta keamanan masyarakat terjaga selama momentum hari raya.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin langsung oleh Bupati Bolaang Mongondow Selatan Iskandar Kamaru di Rumah Jabatan Bupati, Desa Soguo, Kecamatan Bolaang Uki, Senin (16/3/2026).
Rapat ini dihadiri Sekretaris Daerah M. Arvan Ohy, jajaran asisten, pimpinan perangkat daerah, serta unsur Forkopimda yang mengikuti secara daring melalui video konferensi, termasuk Kepala Kejaksaan Negeri, Komandan Kodim 1303, Kapolres Bolsel, dan para camat.
Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah langkah strategis menghadapi Idul Fitri, mulai dari stabilisasi harga bahan pokok, ketersediaan LPG, pengamanan wilayah, hingga kesiapan arus mudik dan arus balik.
Bupati Iskandar Kamaru menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mengambil langkah antisipatif agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.
Menurutnya, ketersediaan bahan pokok serta gas LPG menjadi prioritas utama pemerintah daerah menjelang hari raya.
“Setiap langkah yang kita lakukan harus bertujuan memastikan kesejahteraan masyarakat Bolsel, terutama bagi keluarga yang kurang mampu,” ujar Iskandar.
Bupati juga mengungkapkan dirinya telah melakukan pemantauan langsung di pasar Desa Soguo. Dari hasil pengecekan tersebut, sebagian besar harga bahan pokok masih relatif stabil.
Harga beras, minyak goreng, dan bawang merah masih berada dalam kondisi normal. Namun beberapa komoditas mengalami kenaikan, seperti cabai yang mencapai sekitar Rp50 ribu per kilogram.
Selain itu, harga daging sapi naik dari Rp130 ribu menjadi Rp140 ribu per kilogram, sementara ayam kampung juga mengalami kenaikan harga.
Untuk menjamin ketersediaan gas LPG 3 kilogram, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan perusahaan penyedia.
Bupati menyampaikan bahwa mulai 14 hingga 21 Maret 2026, Bolsel akan menerima 14 truk distribusi LPG reguler serta 17 truk tambahan, sehingga total suplai mencapai 31 truk guna memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Distribusi tersebut juga akan diawasi secara ketat di setiap pangkalan LPG agar penyalurannya tepat sasaran.
Selain stabilitas ekonomi, pemerintah daerah juga memastikan kesiapan pelayanan publik menjelang hari raya.
Bupati Iskandar menegaskan bahwa seluruh kewajiban pemerintah kepada aparatur telah dipenuhi, termasuk pembayaran gaji ASN baik PNS maupun PPPK, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), Tunjangan Hari Raya (THR), hingga gaji tenaga outsourcing.
Ia juga telah menginstruksikan seluruh puskesmas agar menyiapkan tenaga kesehatan di setiap pos pengamanan Idul Fitri.
Sementara itu, Kapolres Bolsel AKBP Kuntadi Budi Pranoto melaporkan bahwa pihak kepolisian telah menyiapkan tiga pos pelayanan Idul Fitri yang akan diisi oleh 51 personel.
Selain itu, sebanyak 70 personel akan diterjunkan untuk pengamanan di 16 lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri.
Polisi juga akan melakukan operasi pasar melalui jajaran Reserse Kriminal dan Intelijen guna memantau stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
Seluruh Polsek di wilayah Bolsel juga akan melakukan pemantauan langsung di pasar-pasar.
Di akhir rapat, seluruh perangkat daerah dan pemerintah kecamatan sepakat segera menindaklanjuti hasil rapat serta melakukan evaluasi berkala setiap minggu guna memastikan seluruh langkah strategis berjalan efektif selama masa Idul Fitri.(***)
