Suarasulut.com– Pemuncak klasemen sementara Premier League, Arsenal, kembali menunjukkan mental juara. Dalam laga penuh drama, The Gunners menaklukkan Everton dengan skor 2-0 pada pekan lanjutan musim 2025/2026 di Emirates Stadium, Minggu (15/3/2026) dini hari WIB.
Dua gol yang tercipta di penghujung pertandingan bukan hanya memastikan tiga poin krusial bagi Arsenal, tetapi juga mempertegas dominasi mereka di puncak klasemen dengan keunggulan 10 poin dari rival terdekat.
Lebih sensasional lagi, kemenangan ini diwarnai sejarah baru ketika pemain muda berusia 16 tahun, Max Dowman, mencetak gol dan menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Premier League.
Arsenal Kian Kokoh di Puncak
Skuad racikan pelatih Mikel Arteta tampil dominan sejak awal pertandingan. Arsenal langsung menekan pertahanan Everton melalui sejumlah serangan cepat dari berbagai lini.
Peluang pertama lahir dari skema sepak pojok pendek. Declan Rice memberikan umpan kepada Noni Madueke, namun tembakannya masih mampu diamankan kiper Everton, Jordan Pickford.
Sepanjang babak pertama, Arsenal terus menggempur.
Riccardo Calafiori, Bukayo Saka, hingga Eberechi Eze bergantian mengancam gawang Everton. Namun berbagai peluang masih gagal berbuah gol setelah pertahanan Everton tampil disiplin.
Everton Memberi Perlawanan Sengit
Meski lebih banyak tertekan, Everton sesekali memberikan ancaman berbahaya. Dwight McNeil hampir membuka keunggulan lewat peluang jarak dekat, tetapi aksi cepat Calafiori berhasil menggagalkannya. Bahkan tembakan jarak jauh McNeil sempat membentur tiang gawang Arsenal.
Kesempatan lain datang dari Kiernan Dewsbury-Hall yang melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun penjaga gawang Arsenal, David Raya, sigap menepis bola tersebut.
Arsenal juga mendapat kabar kurang menyenangkan ketika bek Jurriën Timber mengalami cedera dan harus ditarik keluar pada menit ke-38.
Gol Penentu Lahir di Menit-Menit Terakhir
Memasuki babak kedua, Everton tampil semakin berani. Striker Beto bahkan hampir membawa tim tamu unggul, namun Raya melakukan penyelamatan krusial dengan kakinya.
Melihat timnya kesulitan mencetak gol, Arteta melakukan perubahan dengan memasukkan Viktor Gyökeres dan Gabriel Martinelli.
Perubahan itu akhirnya membuahkan hasil dramatis pada menit ke-89. Umpan silang dari Dowman gagal diantisipasi Pickford, bola sempat memantul dari Piero Hincapié sebelum disambar Gyokeres menjadi gol pembuka Arsenal.
Gol Bersejarah Wonderkid
Drama belum berakhir. Pada masa injury time, Dowman kembali mencuri perhatian. Ia melakukan sprint dari tengah lapangan dan memanfaatkan situasi gawang kosong ketika Pickford maju membantu serangan saat sepak pojok.
Dengan tenang, pemain 16 tahun itu menceploskan bola ke gawang Everton dan memastikan kemenangan Arsenal 2-0.
Gol tersebut sekaligus mengukir sejarah baru di Premier League, menjadikan Dowman sebagai pencetak gol termuda dalam kompetisi tersebut.
Empat Kemenangan Beruntun
Tambahan tiga poin ini membuat Arsenal memperpanjang tren positif menjadi empat kemenangan beruntun di liga. Selain itu, mereka juga mencatat tujuh laga tanpa kekalahan saat menghadapi Everton.
Dengan keunggulan 10 poin di puncak klasemen, Arsenal kini semakin dekat menjaga peluang besar meraih gelar Premier League musim ini, sementara pesaing terdekat mereka, Manchester City, masih memiliki satu laga tersisa melawan West Ham United.(***)
