MANADO – Wali Kota Manado menghadiri kegiatan Diseminasi Temuan Utama Kajian Regional Diagnostic Tahun 2025 yang digelar di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari pelaksanaan Kajian Regional Diagnostic Tahun 2025 pada enam pemerintah daerah di Indonesia, termasuk Kota Manado.
Kajian ini diselenggarakan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) bekerja sama dengan International Center for Applied Finance and Economics FEB IPB.
Kajian tersebut memuat analisis komprehensif mengenai kondisi sosial, ekonomi, fiskal, infrastruktur, kondisi politik daerah, serta potensi sektor unggulan, kapasitas keuangan daerah, hingga tantangan dan peluang pembangunan infrastruktur di daerah.
Dalam kegiatan diseminasi ini, pihak PT SMI memaparkan tujuan program yang dilaksanakan di enam daerah di Indonesia, termasuk Manado. Program tersebut diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah dan PT SMI dalam mengidentifikasi kebutuhan serta potensi infrastruktur yang dapat menunjang kemajuan daerah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Manado menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kajian tersebut dan menjadikan Kota Manado sebagai salah satu daerah yang menjadi objek kajian.
“Pemerintah Kota Manado berterima kasih atas kajian yang dilakukan oleh PT SMI. Hasil kajian ini tentunya dapat menjadi referensi penting dalam merumuskan program pembangunan dan kegiatan di daerah,” ujar Wali Kota.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh akademisi dari Institut Pertanian Bogor, Prof. Bambang, yang menjelaskan kerangka kajian serta metode pelaksanaan program.
Dalam sesi dialog, Wali Kota Manado turut menyampaikan pandangan terkait pengembangan infrastruktur di Kota Manado, termasuk pengelolaan air bersih, kondisi pasar daerah, hingga pembangunan rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang sebelumnya mendapat dukungan pembiayaan dari PT SMI.
Ia juga menyoroti perbandingan kondisi perekonomian Kota Manado dengan Kota Bogor, khususnya terkait Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), jumlah penduduk, serta kemampuan pembiayaan daerah yang memiliki perbedaan signifikan.
Menurutnya, penerimaan daerah Kota Manado masih didominasi sektor perdagangan karena karakter kota yang berbasis jasa, sementara sektor pariwisata dinilai belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Kota Manado Steaven Dandel, perwakilan PT SMI, akademisi dari Universitas Sam Ratulangi, pimpinan perangkat daerah, Direktur Perumda Pasar Manado, perwakilan PDAM Wanua Wenang, perwakilan Bank Sulut, asosiasi perhotelan, serta sejumlah undangan lainnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil kajian dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan serta pengembangan infrastruktur di Kota Manado ke depan.(agung sugi)







