Harga LPG 3 Kg Melambung, Sekda Boltara Pimpin Sidak Gabungan

oleh -501 Dilihat

Boltara – Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Jusnan Mokoginta, bersama tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) distribusi gas LPG tabung 3 Kg di sejumlah warung dan pengecer. Selasa (10/3/2026).

‎Sidak yang melibatkan Kejaksaan Negeri Boltara, Polres Boltara, Dinas Perdagangan, DPMPTSP, dan Satpol PP ini dilakukan untuk memastikan distribusi serta harga LPG bersubsidi berjalan sesuai aturan.

‎Sekda Jusnan Mokoginta mengatakan sidak dilakukan berdasarkan aturan pemerintah terkait distribusi LPG 3 Kg bersubsidi, termasuk Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007 dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 37.K/MG.01/ME.MM/2023 tentang syarat pembelian LPG 3 Kg.

‎“Hasil sidak di lapangan ditemukan masih ada pengecer yang menjual LPG 3 Kg namun bukan pangkalan resmi. Bahkan gas tersebut diperoleh dari luar daerah seperti Minahasa Selatan dan Kotamobagu,” kata Jusnan.

‎Tim juga menemukan harga LPG di tingkat pengecer melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Di sejumlah lokasi, gas melon dijual dengan harga Rp40 ribu hingga Rp60 ribu per tabung.

‎Selain itu, meningkatnya jumlah kepala keluarga dan aktivitas UMKM di Boltara membuat permintaan LPG bersubsidi semakin tinggi.

‎Meski begitu, menurut Sekda, distribusi di pangkalan resmi umumnya sudah berjalan sesuai prosedur. Namun keterbatasan kuota LPG untuk Boltara diduga menjadi salah satu penyebab kelangkaan di beberapa wilayah.

‎“Pemerintah daerah akan memperketat pengawasan distribusi LPG 3 Kg dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mengusulkan penambahan kuota bagi Boltara,” tegasnya.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.