‎Pasar Senggol Boroko Dibuka, Pemkab Boltara Targetkan Perputaran Ekonomi Meningkat

oleh -1270 Dilihat

Boltara – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) resmi membuka kegiatan Pasar Senggol yang dipusatkan di kawasan ibu kota kabupaten. Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Boltara, Jusnan Mokoginta, mewakili Bupati Boltara,minggu (8/3/2026).

‎Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa Pasar Senggol bukan sekadar tempat berjualan, tetapi menjadi ruang penggerak ekonomi masyarakat sekaligus wadah kebangkitan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di daerah.

‎“Pasar Senggol ini bukan hanya tempat berbelanja, tapi juga menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat dan wisata religi yang bisa menarik banyak orang datang ke Boltara,” ujar Mokoginta di hadapan pedagang, tokoh masyarakat, dan insan pers.

‎Ia mengapresiasi kerja keras panitia serta Asosiasi Pedagang yang telah berkolaborasi bersama pemerintah daerah sehingga kegiatan tersebut kembali digelar dengan meriah, seperti yang pernah dilaksanakan pada tahun lalu meskipun saat itu penuh keterbatasan.

‎“Waktu tahun Lalu dengan segala keterbatasan, pasar senggol tetap ramai. Itu menunjukkan antusias masyarakat sangat besar. Hari ini kita laksanakan lagi dan harapannya lebih besar, lebih ramai, dan memberi dampak nyata bagi pedagang kecil,” katanya.

‎Dalam kesempatan tersebut, Mokoginta juga menyampaikan kabar yang ditunggu para aparatur sipil negara (ASN). Ia memastikan pemerintah daerah akan segera membayarkan TPP pegawai yang sempat tertunda.

‎“Mulai minggu depan seluruh TPP pegawai akan segera kami bayarkan. Pemerintah daerah berkomitmen menuntaskan kewajiban ini,” tegasnya.

‎Pasar Senggol tahun ini juga diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi malam yang melibatkan pelaku UMKM dari berbagai desa di Boltara. Pemerintah daerah bahkan berencana memperluas partisipasi pedagang dari desa-desa pada hari-hari berikutnya.

‎Menurut Mokoginta, pasar senggol bukan hanya transaksi ekonomi, tetapi juga bagian dari pelestarian budaya masyarakat.

‎“Ini bukan sekadar pasar malam. Ini juga nilai budaya dan tradisi yang harus kita jaga bersama,” Tutupnya. (***)