Momentum Nuzulul Quran, Bupati Boltara Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Ukhuwah

oleh -526 Dilihat

Boltara –  Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Sirajudin Lasena menghadiri peringatan Nuzulul Quran 17 Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Agung Baiturrahman Boroko, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan religius tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Boltara Muhammad Aditya Pontoh, penceramah Habib Salim bin Abdurrahman Al Jufri, Wakapolres Boltara, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh adat, serta ratusan jamaah.

Dalam sambutannya, Bupati Sirajudin Lasena menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih diberi kesempatan bertemu Ramadan tahun ini dan berkumpul di rumah Allah dalam suasana aman dan penuh keberkahan.

“Alhamdulillah, sampai detik ini kita masih diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk berkumpul di masjid dalam rangka memperingati Nuzulul Quran. Tidak semua orang memiliki kesempatan seperti ini,” ujar bupati di hadapan jamaah.

Ia juga mengingatkan pentingnya mensyukuri kondisi keamanan daerah. Menurutnya, di tengah situasi dunia yang penuh konflik, masyarakat Boltara masih dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang.

“Saudara-saudara kita di beberapa wilayah dunia menjalankan puasa di tengah dentuman peluru dan rudal. Kita di sini hidup aman dan tentram. Karena itu kualitas ibadah kita harus jauh lebih baik,” tegasnya.

Momentum Nuzulul Quran, lanjut bupati, harus dijadikan kesempatan untuk memperbaiki diri serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen untuk tidak mudah terpecah oleh perbedaan suku, mazhab, maupun informasi yang memecah belah.

“Sebagai umat dan sebagai bangsa, yang kita butuhkan saat ini adalah persatuan dan kesatuan. Jangan mudah terprovokasi oleh kabar yang mengkotak-kotakkan umat,” katanya.

Bupati juga mengajak masyarakat mempererat persaudaraan dan menjaga keharmonisan di daerah agar stabilitas dan kedamaian tetap terjaga.

Peringatan Nuzulul Quran tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ustaz Basir Janati, dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Habib Salim bin Abdurrahman Al Jufri yang membahas pentingnya menjadikan Al-Quran sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.