Obor Menyala, Persatuan Menguat: Babinsa Koramil 1303-03/Modayag Kawal Pawai Sambut Ramadhan di Boltim

BOLTIM – Semangat kebersamaan menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi terasa begitu kuat di Kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Ribuan warga tumpah ruah mengikuti tradisi Pawai Obor yang dipusatkan di Tugu Perbatasan Kotamobagu–Boltim, Desa Moyongkota, Minggu (15/02/2026) malam.

Sekitar 2.000 peserta dari berbagai desa ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme tersebut.

Dengan membawa obor menyala, peserta berjalan menyusuri rute dari Tugu Perbatasan Desa Moyongkota hingga Jalan Wiratama, Desa Bongkudai, menciptakan lautan cahaya yang menjadi simbol semangat menyambut bulan penuh berkah.

Kegiatan ini dihadiri Camat Modayag Barat, Talaudin Agow, S.Pd., para Sangadi se-Modayag Barat, Ketua Karang Taruna, Pemuda Ansor, Remaja Masjid, Pemuda Gereja GMIBM Desa Bangunan Bersatu, serta unsur masyarakat lainnya. Kehadiran lintas elemen tersebut mencerminkan harmoni dan toleransi yang terus terjaga di tengah masyarakat.

Tak hanya menjadi ajang syiar dan tradisi, pawai obor juga menunjukkan kuatnya sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat. Personel Babinsa Koramil 1303-03/Modayag yang dipimpin Serka Wirakarya Mamangkey turut mengawal jalannya kegiatan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.

Babinsa aktif berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, aparat desa, dan panitia guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran TNI di tengah masyarakat menjadi wujud nyata pembinaan teritorial sekaligus komitmen menjaga stabilitas wilayah.

Dalam sambutannya, Camat Modayag Barat menyampaikan bahwa pawai obor bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum mempererat persaudaraan dan kolaborasi antar generasi.

“Momentum ini diharapkan mampu menanamkan nilai saling berbagi, saling asah, asih dan asuh, serta memperkuat kolaborasi pemuda dan masyarakat Modayag Barat dalam menyambut Ramadhan,” ujarnya.

Sementara itu, Serka Wirakarta Mamangkey menegaskan bahwa keterlibatan TNI melalui Babinsa merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan tugas kewilayahan dalam mendukung kegiatan positif masyarakat.

“TNI akan selalu hadir di tengah rakyat. Kami memastikan setiap kegiatan masyarakat berjalan aman dan kondusif, serta terus mendukung upaya mempererat persatuan dan kerukunan,” tegasnya.

Pawai obor berakhir sekitar pukul 21.30 Wita dalam situasi aman dan terkendali. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib hingga selesai.

Melalui tradisi ini, semangat kebersamaan masyarakat Modayag Barat semakin kokoh dalam menyongsong Ramadhan 1447 H.

Lebih dari sekadar tradisi, pawai obor menjadi simbol sinergi tanpa batas antara TNI, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga harmoni dan ketenteraman di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. (**)

Exit mobile version