Wali Kota Bitung π‡πžπ§π π€π² π‡π¨π§πšπ§ππšπ« Bersama Ketua TP-PKK Hadiri Peringatan 80 Tahun Peristiwa Merah Putih di Sulawesi Utara

oleh -554 Dilihat

BITUNG– Upacara Peringatan 80 Tahun Peristiwa Merah Putih digelar di Lapangan KONI Sario, Manado, Sabtu 14 Februari 2026, dan dihadiri WaliKota Bitung, π‡πžπ§π π€π² π‡π¨π§πšπ§ππšπ«, S.E, bersama Ketua TP-PKK Kota Bitung, 𝐄π₯π₯𝐞𝐧 π‡π¨π§πšπ§ππšπ« π’π¨π§ππšπ€π‘, S.E, serta para kepala daerah se-Sulut, jajaran Forkopimda, TNI-Polri, Pimpinan DPRD Provinsi dan Kabupaten Kota, tokoh agama, tokoh adat, mahasiswa, hingga insan pers.

Peristiwa Merah Putih bukan sekadar catatan sejarah, melainkan simbol keberanian rakyat Sulawesi Utara mempertahankan kedaulatan bangsa.

β€œDelapan puluh tahun silam, Tangsi Militer Teling menjadi pusat ledakan perlawanan heroik. Peristiwa itu meruntuhkan kesombongan penjajah dan menegaskan kedaulatan bangsa di ujung utara Sulawesi”

Peristiwa Merah Putih sebagai β€œproklamasi kedua” bagi masyarakat Sulawesi Utara. Keberanian para pejuang seperti Charles Choesj Taulu, Bernard Wilhelm Lapian, dan para prajurit lainnya yang menurunkan bendera penjajah dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih menjadi bukti bahwa rakyat Sulawesi Utara berdiri paling depan menjaga kedaulatan bangsa.

Semangat itu tidak boleh berhenti di podium upacara, tetapi harus hidup dalam setiap kebijakan dan pembangunan daerah.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.