BOLTARA – Pemerintah pusat mulai serius menggarap potensi pesisir Bolaang Mongondow Utara. Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas, Moh. Rahmat M, turun langsung meninjau lokasi proyek tambak udang modern senilai 500 miliar di Desa Biontong Satu, Kecamatan Bolangitang Timur.Jumat (13/2/2026)
Proyek berskala besar yang dibiayai dari pinjaman luar negeri dan sumber pendanaan lainnya ini disebut sebagai langkah strategis dan harus direncanakan secara matang. Rahmat menegaskan, pengembangan tambak tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa.
“Tambak ini harus benar. Tidak bisa asal buka lokasi. Kita lihat peluangnya, infrastruktur mendukung, dan semuanya harus diproduksi secara akurat agar hasilnya maksimal,” tegasnya.
Ia menyebut, proyek ini bukan tambak tradisional, melainkan sistem modern intensif dengan target produksi tinggi. Per hektare diproyeksikan mampu menghasilkan hingga 60 ton per siklus, angka yang dinilai kompetitif untuk menopang komoditas ekspor perikanan nasional.
Sementara itu Bupati Boltara, Sirajudin Lasena, memastikan kesiapan daerah. Ia menegaskan persoalan lahan telah tuntas secara administratif.
“Untuk lahan tidak ada kendala. Sertifikat sudah terbit atas nama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia,” tegasnya.
Investasi jumbo ini diyakini menjadi motor penggerak ekonomi baru di pesisir Boltara membuka lapangan kerja, meningkatkan produksi budidaya, hingga memperkuat hilirisasi perikanan. Namun, Bupati mengingatkan bahwa kesiapan sumber daya manusia lokal menjadi kunci.
“SDM harus disiapkan. Tidak bisa tiba-tiba tambak berdiri tanpa pengelola yang kompeten. Pemda harus terlibat, dan daerah juga harus mendapatkan kontribusi ekonomi yang jelas,” ujarnya.(***)
Tambak Udang Modern Skala Nasional Dibangun , Ekonomi Pesisir Boltara Siap Melejit
