Kapolres Boltim Soroti Tingginya Angka Laka Lantas, Keselamatan Jadi Prioritas 2026

BOLTIM — Dalam rangka meningkatkan kesiapan personel menjelang pelaksanaan Operasi Keselamatan Samrat 2026, Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar Latihan Pra Operasi Kepolisian Kewilayahan, Senin (29/1/2026) pukul 09.00 WITA, bertempat di Aula Sanika Satyawada Polres Boltim.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Boltim Nomor: Sprin/6/I/OPS.1.3/2026 tertanggal 23 Januari 2026. Latihan diikuti oleh para pejabat utama, perwira, bintara, serta operator yang terlibat langsung dalam pelaksanaan operasi.

Latihan Pra Operasi tersebut dihadiri langsung Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si., didampingi Wakapolres Boltim Kompol Sumidi, S.Sos., para Kabag, Kasat, perwira, serta seluruh personel Polres Boltim yang terlibat.

Dalam arahannya, Kapolres Boltim menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Samrat 2026 akan mengedepankan langkah-langkah preemtif dan preventif, yang didukung penegakan hukum secara humanis.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

“Pelaksanaan operasi masih dilakukan secara manual dan belum menggunakan sistem digital atau ETLE. Oleh karena itu, kinerja dan kehadiran personel di lapangan harus lebih dioptimalkan,” tegas AKBP Golfried.

Kapolres juga menyoroti masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2025 yang bahkan menimbulkan korban jiwa.

Ia menekankan pentingnya peningkatan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat, khususnya terkait penggunaan helm dan perilaku berkendara yang aman.

“Sosialisasi harus terus dilakukan, baik di sekolah-sekolah, pusat keramaian, maupun ruang publik lainnya. Selain itu, kondisi jalan dan minimnya penerangan di beberapa titik juga perlu menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Kapolres turut menyinggung maraknya penggunaan knalpot brong yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat, terutama pada jam-jam istirahat.

Ia berharap melalui latihan pra operasi ini, seluruh personel memiliki pemahaman dan kesiapan yang sama dalam menekan angka kecelakaan serta mengurai kemacetan, khususnya di ruas Jalan Trans Sulawesi.

Latihan Pra Operasi Keselamatan Samrat 2026 berlangsung hingga pukul 11.30 WITA dan berakhir dalam keadaan aman, tertib, serta lancar. (**)

Exit mobile version