SANGIHE, SuaraSulut.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan bahwa proses pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) ke-13 dan ke-14 Tahun 2025 bagi para guru kini tengah menjadi prioritas utama.
Meski demikian, pemerintah daerah secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pembayaran yang bersumber dari Tunjangan Profesi Guru (TPG) tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Sangihe, Julien Manangkalangi, menegaskan bahwa keterlambatan ini murni disebabkan oleh kendala teknis administrasi, bukan karena unsur kesengajaan atau kelalaian.
Julien menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan penyesuaian teknis dalam mekanisme pengelolaan anggaran daerah. Proses ini menuntut ketelitian tinggi agar penyaluran dana tetap berada dalam koridor hukum dan aturan perundang-undangan yang berlaku.
”Kami harus memastikan seluruh tahapan administrasi berjalan secara cermat dan akuntabel. Hal ini dilakukan demi menjamin transparansi pengelolaan keuangan daerah,” ungkap Julien dalam keterangan resminya.
Pihak Disdikbud menyadari sepenuhnya bahwa tunjangan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan hak yang sangat dinantikan oleh para pendidik untuk menunjang kesejahteraan keluarga mereka. Julien menekankan bahwa pemerintah daerah sangat menghargai dedikasi luar biasa yang telah diberikan oleh para guru di Sangihe.
”Kami memahami betul arti penting THR ini bagi Bapak dan Ibu Guru sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka bagi dunia pendidikan di daerah kita,” tambahnya.
Guna menjawab keresahan para pendidik, Disdikbud Sangihe terus melakukan langkah-langkah percepatan (akselerasi) agar proses birokrasi dapat segera rampung. Julien menjamin bahwa seluruh jajarannya bekerja optimal agar hak para guru dapat segera masuk ke rekening masing-masing dalam waktu sesegera mungkin.
Menutup pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kesabaran yang ditunjukkan oleh para insan pendidikan. Ia berharap komunikasi yang baik tetap terjalin agar sinergi dalam memajukan kualitas pendidikan di Kepulauan Sangihe tidak terganggu oleh kendala teknis ini.
(Erick Sahabat)





