SANGIHE, SuaraSulut.com – Mengawali langkah di awal tahun 2026, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, melakukan langkah strategis untuk memperkuat akselerasi pembangunan di wilayah perbatasan utara NKRI.
Didampingi Wakil Bupati Tendris Bulahari, Bupati secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada tujuh Staf Khusus Bupati di Ruang Rapat Bupati, Selasa (6/1/2026).
Penunjukan ini menandai upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan pemikiran-pemikiran segar dan kajian mendalam untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih akurat dan tepat sasaran.
Daftar 7 Staf Khusus Bupati Kepulauan Sangihe 2026
Berikut adalah nama-nama tokoh yang dipercaya mengemban amanah sebagai mitra strategis kepala daerah
Berikut adalah nama-nama tokoh yang dipercaya mengemban amanah sebagai mitra strategis kepala daerah:
– Josephus Kakondo, BAE Bidang Pemerintahan (Merangkap Koordinator)
– Ferdy Sinedu, ST Bidang Infrastruktur, Lingkungan, Pendapatan, dan Investasi
– Azis Maaling, S.Pd, Bidang Politik
– Sutardji Matantu, S.PdI Bidang Kemasyarakatan dan Hukum
– Oktavianus Lumasuge, S.Kom, M.Kom, Bidang Perekonomian dan Pelayanan Publik
– Jonatan Antarani, SE, Bidang Pendayagunaan Aparatur
– Dendy Andhika Abram, Bidang Komunikasi Publik
Dalam arahannya, Bupati Michael Thungari memberikan penekanan khusus terkait batasan tugas staf khusus. Ia menjelaskan bahwa keberadaan mereka bukanlah untuk mengambil alih fungsi birokrasi, melainkan sebagai “think tank” yang memberikan masukan strategis.
“Staf khusus tidak bersifat struktural dan tidak memiliki kewenangan pengambilan keputusan. Mereka adalah mitra strategis yang bertugas memberikan kajian, pertimbangan, dan masukan sesuai bidang keahlian masing-masing berdasarkan arahan pimpinan,” ujar Bupati Michael.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan para staf khusus untuk menjunjung tinggi integritas. Sebagai orang-orang pilihan yang berada di lingkaran terdekat pimpinan daerah, perilaku dan etika mereka akan menjadi cerminan wajah pemerintah daerah.
“Staf khusus harus bekerja profesional, menjaga etika pemerintahan, serta bertanggung jawab penuh dalam menjaga nama baik pimpinan dan daerah Kepulauan Sangihe di mata publik,” tegasnya.
Kehadiran tujuh figur ini diharapkan mampu menjawab tantangan kompleks di Kepulauan Sangihe, mulai dari isu infrastruktur di wilayah kepulauan hingga peningkatan kualitas pelayanan publik dan investasi.
Dengan perpaduan latar belakang mulai dari teknokrat, pakar komunikasi, hingga ahli hukum, diharapkan terjadi percepatan pembangunan yang signifikan demi kesejahteraan masyarakat di bumi Sangihe tercinta
(***/Erick Sahabat)





