KOTAMOBAGU – Warga Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, dibuat resah akibat terhentinya pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bolaang Mongondow (Bolmong) selama lima hari berturut-turut.
Kondisi ini menyebabkan aktivitas rumah tangga terganggu dan memaksa banyak warga mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
“Air sudah tidak keluar sejak lima hari lalu. Kami tidak tahu penyebabnya karena tidak ada pemberitahuan dari PDAM. Mau mencuci saja susah, terpaksa beli air galon untuk mandi dan masak,” keluh Suritno.
Warga lain pun menyuarakan keluhan serupa. Mereka menilai PDAM seharusnya bersikap lebih terbuka dengan memberikan informasi kepada pelanggan setiap kali terjadi gangguan layanan.
“Kami paham kalau ada perbaikan atau kendala teknis. Tapi paling tidak diberitahu, supaya pelanggan tidak bingung seperti ini,” ujar seorang pelanggan lainnya.
Akibat pasokan air yang mati total, sebagian warga terpaksa membeli air isi ulang untuk kebutuhan memasak dan mandi, sementara yang lain menumpang mengambil air dari sumur milik tetangga.
Menanggapi keluhan tersebut, Plt Direktur Utama PDAM Bolmong, Rudi Mokoagow, menyampaikan terima kasih atas laporan warga dan memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti masalah tersebut.
“Oke, syukur moanto (terima kasih) informasinya. Nanti sampaikan ke pelanggan agar segera melapor ke kantor unit kalau tidak ada air. Akan direspons secepatnya. Saat ini wilayah Modayag masih dalam pemeliharaan jaringan, beberapa waktu lalu banyak pipa yang bocor,” jelas Rudi Mokoagow melalui pesan WhatsApp, Jumat (17/10/2025).
Sementara itu, Kepala PDAM Unit Modayag, Zulman Tooy, mengatakan bahwa tim teknis tengah melakukan penyetelan ulang tekanan air sekaligus memperbaiki sejumlah jaringan pipa di beberapa titik.
“Masih banyak wilayah yang belum mendapat aliran air. Kami masih menyetel tekanan, karena tim dari kantor pusat PDAM Kotamobagu juga turun langsung mengecek. Selain itu, sedang ada perbaikan jaringan menuju bukit Ilongkow,” ungkap Zulman.
Ia menambahkan, PDAM menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Saat ini tim masih berupaya menormalkan distribusi air untuk wilayah Kotobangon dan Moyag,” pungkasnya. (**)
