Lakukan Kesalahan Memalukan Dan Tetap Aman, Aktivis : Bupati JG Takut Ke Tuwaidan ?

MINUT- Kontraversi chatingan dari kepala inspektorat Minut Stephen Tuwaidan  di salah satu group WhatsApp (WA) yang menulis “Dapat petunjuk cari akang 100 soalnya mo bawa pa Kajari”, terus mendapat sorotan keras.

Noris Tirayoh aktivis Minut meminta agar pihak kejaksaan harus menyikapi hal tersebut, karena dinilai sudah mempermalukan Kajari.

“Nama Kajari sudah dipermalukan di depan publik, Kalo Kajari tidak ambil sikap bisa saja hal itu betul,” kata Tirayoh, Rabu,(17/09/2025).

Lanjut Tirayoh, chatingan dari Tuwaidan bukan saja hanya mempermalukan Kajari tapi juga mempermalukan pemerintahan Kabupaten Minahasa Utara dalam hal ini bupati, dimana seorang kepala inspektorat membawa-bawa petunjuk pimpinan untuk memberikan sesuatu kepada Kajari, dan hingga saat ini bupati Minahasa Utara Joune Ganda tidak merespon apa-apa.

“Jangan-jangan betul petunjuk pimpinan, karena  hingga saat ini tidak dipermasalahkan bupati, atau bupati JG takut sama Tuwaidan?,” tanya Tirayoh.

Telah melakukan kesalahan sangat memalukan oleh seorang kepala inspektorat dan tidak mendapat teguran dari bupati, ini merupakan hal paling buruk yang pernah terjadi di Minahasa Utara.

“Dimana harga diri Pemkab Minahasa Utara, ketika kepala inspektorat sudah ada kesalahan yang sangat memalukan tapi hanya dibiarkan saja, ini sama saja Bupati memberikan lampu hijau kepada pejabat-pejabat yang lain,” ucap Tirayoh.

Sementara itu ketua LSM Minut Connection Noldy Yohan Awuy kepada media ini mengatakan, pemerintahan di Minahasa Utara terus menjadi sorotan publik ketika apa yang dilakukan oleh seorang Stephen Tuwaidan karena salah kirim pesan yang isinya sangat memalukan bagi Kajari dan Pemkab Minut, tapi tidak diberikan sanksi.

“Seharus jabatan kepala inspektorat wajib dievaluasi, karena sudah mempermalukan banyak pihak termasuk Kajari dan bupati, masyarakat pasti akan berpikir berarti memang benar ada petunjuk dari pimpinan, karena tidak ada sanksi apa-apa,” kata Awuy.

Awuy juga membandingkan apa yang telah dilakukan oleh Tuwaidan dengan mantan camat Dimembe Ansye Dengah.

“Tuwaidan yang sudah melakukan kesalahan sangat fatal dan memalukan tidak mendapat sanksi, juga sering disorot  dalam pekerjaannya sebagai kepala inspektorat. Sedangkan Ansye Dengah merupakan salah satu camat yang paling dicintai masyarakat karena kinerjanya  sangat baik, seperti kesaksian sejumlah hukum tua dan masyarakat, tapi tanpa sebab yang jelas harus dinonaktifkan,” tutup Awuy.

Kepala inspektorat Minut lewat salah satu media online telah memberikan klarifikasi atas chatingan tersebut. Tuwaidan mengatakan bahwa Itu chatingan yang lama ntah mengapa keluar kembali dan salah tindis hingga terkirim ke group WA dan langsung dihapus.

(FP)

Exit mobile version