Sah! Ulyas Taha Resmi Nahkodai DPD KKIG Huyula Provinsi Sulut Periode 2025-2029

oleh -1647 Dilihat

Manado, Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kini memiliki pemimpin baru. Dr. Hi. Ulyas Taha terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KKIG Huyula Sulut periode 2025-2029 melalui Musyawarah Besar (Mubes) Ke-III.

Acara tersebut digelar di ruangan Arafah Wisma Haji Tuminting, Kota Manado, Sulut, Minggu (31/5/2025), dan dihadiri oleh Sembilan (9) perwakilan Pengurus KKIG Kabupaten/Kota dan Paguyuban yang ada di Provinsi Sulut.

Dikatakan salah satu pimpinan sidang bahwa forum memilih Bandayo, yang terdiri dari lima belas (15) orang.

“Bandayo inilah yang akan memilih siapa yang akan menjadi ketua KKIG. Jika calonnya hanya satu orang maka secara otomomatis secara aklamasi dialah yang terpilih menjadi ketua KKIG Provinsi Sulut,”beber Mazbullah Ali Stafsus  Gubernur Sulut Perkebunan.

Ia juga menyampaikan, peserta penuh yang memiliki hak suara memilih bakal calon ketua terdiri dari perwakilan KKIG Kabupaten/Kota dan Paguyuban yang terjaring 23 perwakilan.

“Hasil pemilihan bakal calon dari yang di pilih oleh delegasi mengusulkan 13 nama, dan tiga nama yang memiliki perolehan suara terbanyak ini akan di serahkan kepada Bandayo,”bebernya.

Dr.Ulyas Taha, M.Pdi yang menjabat sebagai Kepala Kantor Kementrian Agama Provinsi Sulut, juga sebagai ketua Dewan Pimpinan Wilayah Nahdatul Ulama Sulut (DPW NU Sulut), melenggang mulus ke kursi ketua KKIG Sulut

Diantara 3 nama, Dr.Hi. Ulyas Taha, M.Pdi  yang memperoleh 19 suara langsung di pilih menjadi ketua KKIG Sulut, beliau langsung di pilih oleh Bandayo setelah hampir 1 jam bermusyawarah, hanya Ulyas Taha yang memenuhi syarat mendapat kepercayaan Bandayo untuk menahkodai KKIG Sulut.

Dengan demikian, Ulyas Taha resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum DPD KKIG Huyula Provinsi Sulut, menggantikan Ismail Mo’o yang masa jabatannya telah berakhir.

Dalam sambutannya selaku ketua KKIG Sulut periode 2025-2029 mengatakan, berat rasanya ketika para pemegang hak otoritas untuk menetapkan siapa yang layak menjadi ketua.

“Sebuah ketentuan adat dalam Bandayo telah mengikat secara formal suara terbanyak yang di amanah oleh delegasi memiliki suara terbanyak yang layak untuk menjadi ketua,” ungkapnya mengutip pernyataan Bandayo saat  bermusyawarah.

Mari kita bangun komitmen bukan cuma dalam hitungan statistik, tetapi mari kita tunjukan bahwa KKIG Provinsi Sulut mampu berkontribusi untuk kuatkan silaturahmi Provinsi Sulut dan Provinsi Gorontalo.

“Saya tidak bisa memberikan garansi yang tinggi, namun menjadi komitmen kita bersama itu yang akan saya lakukan dengan penuh amanah,”jelasnya.

“Kami ingin mewujudkan KKIG wadah untuk berbagi gagasan untuk membangun Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Gorontalo berbudaya, berdaya saing dan maju,”tandasnya.