“Dukcapil Membara”: Ketika Layanan Administrasi Kependudukan Hadir Langsung di Pintu Rumah Warga Sangihe

oleh -1452 Dilihat
Inovasi administrasi kependudukan berbasis digital bertajuk “Dukcapil Membara”. Inovasi ini diresmikan langsung oleh Bupati Michael Thungari bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari. Foto: Yosman Limpong

SANGIHE, SuaraSulut.com Sebuah era baru dalam pelayanan publik resmi bergulir di Kepulauan Sangihe. Pada Jumat (13/6/2025) lalu, di Tahuna Beach Hotel, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe meluncurkan inovasi administrasi kependudukan berbasis digital bertajuk “Dukcapil Membara”. Inovasi ini diresmikan langsung oleh Bupati Michael Thungari bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari, menandai komitmen serius terhadap reformasi birokrasi yang langsung menyentuh denyut nadi kehidupan masyarakat.

Peluncuran “Dukcapil Membara” ini bukanlah sekadar seremoni. Ia dirangkaikan dengan pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Capil) yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Melanchton Wolff, jajaran OPD, camat, hingga pejabat Dinas Dukcapil dari seluruh kecamatan. Ini adalah upaya kolektif untuk memastikan seluruh lini pelayanan siap mengimplementasikan sistem baru ini.

Bupati Michael Thungari dengan bangga menyatakan bahwa “Dukcapil Membara” adalah bagian tak terpisahkan dari program 100 hari kerja pertamanya bersama Wakil Bupati. Fokusnya jelas: “memastikan dokumen kependudukan bisa diterima langsung di rumah warga.” Ini adalah jawaban atas tuntutan era digital, di mana pelayanan publik tidak lagi boleh terhalang oleh birokrasi konvensional. Inovasi ini diharapkan mampu memangkas waktu, biaya, dan kerumitan yang selama ini seringkali dirasakan masyarakat saat mengurus dokumen penting.

Bayangkan saja, warga Sangihe kini tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kantor Dinas Dukcapil. Seluruh proses pengurusan dokumen vital seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), hingga akta kelahiran, kini bisa diakses hanya dari genggaman gawai. Lebih dari itu, dokumen yang telah selesai diproses tak perlu lagi dijemput. Melalui kerja sama dengan pengemudi ojek lokal, dokumen akan diantar langsung hingga ke pintu rumah.

Di sinilah letak sentuhan humanis yang kuat dari “Dukcapil Membara.” Selain mempermudah hidup warga, inovasi ini secara cerdas membuka peluang ekonomi baru. “Ini juga membuka kesempatan bagi pengemudi ojek untuk menjadi mitra pengantar dokumen,” jelas Bupati. Dengan demikian, efisiensi pelayanan bergandengan tangan dengan penggerak roda ekonomi lokal, menciptakan efek domino positif bagi masyarakat.

Tak berhenti di situ, Pemkab Sangihe juga menandatangani kerja sama dengan tujuh dinas lain untuk menyatukan basis data kependudukan. Sebuah langkah strategis yang fundamental. “Kita pastikan data kependudukan di semua dinas itu sama,” tegas Thungari. Data yang terpadu ini menjadi kunci utama untuk memastikan setiap program bantuan sosial, pendidikan, dan kesehatan dapat tersalurkan secara tepat sasaran, menjamin bahwa bantuan negara benar-benar sampai kepada mereka yang paling berhak.

Menutup sambutannya, Bupati Thungari tak lupa memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Dukcapil atas kinerja yang telah jauh membaik. Ia juga mendorong seluruh sektor pelayanan publik di Sangihe, termasuk pendidikan dan kesehatan, untuk terus berinovasi. “Mari terus optimalkan semua sektor, agar pelayanan kepada rakyat benar-benar terasa manfaatnya,” pungkasnya, meninggalkan harapan besar akan masa depan pelayanan publik yang lebih responsif dan berpihak kepada rakyat di Kepulauan Sangihe.

(Erick Sahabat)