Sangihe, SuaraSulut.com — Di tengah kepulauan yang membentang di utara Sulawesi, sebuah fondasi baru telah diletakkan di Kampung Binebas, Kecamatan Tabukan Selatan. Bukan sekadar tumpukan batu, melainkan sebuah pondasi harapan yang ditandai dengan peletakan batu pertama Balai Pemberdayaan Masyarakat Desa oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, pada Sabtu (7/6/2025).
Bagi warga Binebas, Balai ini bukan sekadar bangunan tambahan. Ia adalah impian yang telah lama dirajut dalam setiap lembar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2025, bahkan termaktub dalam Peraturan Kampung. Ini adalah bukti nyata bahwa kebutuhan dan aspirasi masyarakat telah didengar dan diwujudkan.
Agustin Bawias, Kapitalaung Kampung Binebas, dengan mata berbinar menjelaskan lima pilar utama yang akan diemban oleh Balai ini. “Pertama, ia akan menjadi pusat kegiatan masyarakat dan seni budaya,” ujarnya, membayangkan pelatihan keterampilan baru atau pementasan seni yang memperkaya jiwa. “Kedua, kualitas hidup warga akan terangkat melalui fasilitas yang mendukung kegiatan sosial dan ekonomi,” lanjutnya, menunjuk pada potensi pelatihan ekonomi kreatif atau bursa kerja mini.
Tak hanya itu, Balai ini juga digagas sebagai wadah pengembangan kapasitas, tempat di mana pengetahuan dibagikan dan keterampilan diasah, membuka jendela bagi masa depan yang lebih cerah. Ia juga akan menjadi forum terbuka bagi diskusi, mempertemukan warga, pemerintah, dan para pemangku kepentingan untuk merajut solusi bersama. Terakhir, Balai ini envisioned sebagai pusat informasi dan layanan vital, mulai dari kesehatan hingga pendidikan, membawa kemudahan akses bagi setiap kepala keluarga di Binebas.
“Dengan anggaran Rp379.095.200 dari Dana Desa,” terang Bawias, “ini adalah investasi kolektif kita untuk masa depan yang lebih mandiri dan berdaya.”
Bupati Michael Thungari, dalam sambutannya, tak hanya menekankan pentingnya penyelesaian tepat waktu, namun juga menyerukan optimisme. Ia berharap, setiap sudut Balai ini akan dipenuhi dengan semangat pemberdayaan, menjadi kawah candradimuka bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Binebas.
Balai Pemberdayaan Masyarakat Desa ini lebih dari sekadar struktur beton dan atap. Ia adalah janji yang ditepati, sebuah ruang di mana ide-ide akan bertumbuh, keterampilan akan terasah, dan silaturahmi akan semakin kuat. Di Binebas, harapan untuk masyarakat yang lebih berdaya, mandiri, dan sejahtera kini memiliki rumahnya sendiri.
(Erick Sahabat)
