Dana BOS Di SMP N 1 Dimembe Dipertanyakan. Minta APH Periksa, Kepsek : Tidak Ada Temuan

MINUT- Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP N 1 Dimembe disorot sejumlah orang tua murid. Menurut salah satu orang tua murid, penggunaan dana BOS di SMP N 1 Dimembe tidak kelihatan kegunaannya diduga ada penyimpangan.

Sumber menjelaskan, di SMP N 1 Dimembe tidak ada kegiatan eskul siswa, padahal ada pembiayaan wajib dari dana BOS, juga dua tahun terakhir tidak ada pemeliharaan sarana prasarana menggunakan dana BOS.

Lebih menarik lagi,  pembelian blangko Ijazah kepala sekolah meminta panitia yang siapkan sendiri, padahal dalam juknis dana BOS ada tertera pembiayaan Ijazah.

Menurutnya APH harus memeriksa kepala sekolah atas penggunaan dana BOS yang bernilai Rp. 600 juta lebih pertahun tapi tidak terlihat pemanfaatannya dan dinilai tidak transparan.

Bukan cuma terkait dana BOS, tapi  4 iuran kantin sekolah Rp.50.000 perhari diduga dinikmati sendiri oleh kepala sekolah.

“Kami meminta APH memeriksa kepala sekolah, karena diduga penggunaan dana BOS di SMP N 1 Dimembe ada penyimpangan, dan pengelolaannya tidak transparan,” ucap Sumber yang meminta namanya tidak dipublis.

Kepala sekolah SMP N 1 Dimembe Magda Jenny Malonda saat dikonfirmasi media ini membantah, karena menurutnya setiap pemeriksaan tidak ada temuan.

Ditanyakan terkait sarana prasarana yang dibangun menggunakan dana BOS, Malonda menjawab tidak bisa disampaikan.

“SMP N Dimembe mendapat proyek perbaikan 17 ruangan dari dinas, untuk sarana dan prasarana yang dibangun menggunakan dana BOS tidak bisa disampaikan,” kata Malondo.

Malonda juga menjelaskan bahwa di SMP N 1 Dimembe ada kegiatan eskul, yaitu drumband.

Untuk anggaran blangko Ijazah, Malonda mengatakan masih mencari cara untuk membeli blangko.

“Tahun lalu blangko masih dari dinas, dan saat ini sudah tidak lagi. Sedangkan untuk membeli blangko tidak bisa menggunakan dana BOS, jadi masih cari jalan untuk pengadaan blangko Ijazah,” kata Malonda lewat telefon WhastApp, Kamis,(05/05/2025).

Malonda juga mengklarifikasi tentang iuran kantin. “benar kantin membayar iuran Rp.50 perhari, tapi itu dipersiapkan untuk membelikan keperluan kalau ada tamu, jadi bukan saya pakai sendiri,” terangnya.

(FP)

Exit mobile version