Pemkab Sangihe Keluarkan Himbauan Darurat: Warga Diimbau Tak ke Papua untuk Tambang Ilegal Pasca Insiden Tewasnya 11 Pekerja

oleh -2729 Dilihat

Sangihe, SuaraSulut.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe bergerak cepat mengeluarkan himbauan preventif terkait jaminan keamanan warganya yang berada di Papua, menyusul insiden tragis tewasnya sebelas pekerja tambang, termasuk seorang warga Sangihe, akibat serangan oknum bersenjata di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan pada 5-8 April 2025.

Melalui Surat Edaran Bupati Kepulauan Sangihe Nomor: 1768 Tahun 2025, yang ditandatangani oleh Michael Thungari atas nama Bupati, Pemkab Sangihe secara resmi mengimbau masyarakatnya untuk mempertimbangkan ulang perjalanan ke Papua, khususnya dengan tujuan bekerja di area pertambangan tradisional atau ilegal.

“Masyarakat Kepulauan Sangihe yang berada di luar Pulau Papua agar mempertimbangkan perjalanan ke Pulau Papua dengan tujuan melakukan pekerjaan di area pertambangan tradisional/ilegal,” demikian bunyi salah satu poin himbauan dalam surat edaran tersebut.

Bagi warga Sangihe yang sudah berada di Pulau Papua, Pemkab Sangihe secara tegas meminta mereka untuk tidak terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Provinsi Papua Pegunungan dan sekitarnya. Wilayah tersebut diidentifikasi sebagai daerah operasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yang berpotensi membahayakan keselamatan para penambang.

Himbauan ini mencerminkan keprihatinan serius Pemkab Sangihe atas keselamatan warganya di tanah rantau. Pemerintah daerah juga meminta bantuan organisasi rukun persatuan masyarakat Kepulauan Sangihe di Papua untuk turut menyebarkan informasi ini kepada seluruh anggotanya.

Selain itu, penyebaran himbauan ini juga akan diteruskan secara berjenjang oleh seluruh Kepala Camat, Lurah, dan Kapitalaung (Kepala Desa) kepada masyarakat di wilayah masing-masing, memastikan informasi penting ini sampai ke seluruh lapisan masyarakat.

Langkah preventif ini diambil sebagai respons atas kondisi jaminan keamanan yang tidak kondusif bagi para penambang tradisional di Papua, menyusul insiden yang merenggut nyawa belasan pekerja dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, termasuk di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

(Erick Sahabat)

No More Posts Available.

No more pages to load.