SANGIHE, SuaraSulut.com — Langkah strategis percepatan pemerataan pembangunan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Sangihe kian dimantapkan melalui program nasional pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program yang berakar pada semangat gotong royong dan kemandirian ini disosialisasikan secara mendalam, Jumat (16/05/25), dengan menghadirkan Bupati Michael Thungari, S.E., M.M., sebagai salah satu narasumber utama.
Pembentukan Koperasi Merah Putih ini dirancang sebagai instrumen vital untuk menggali dan mengembangkan potensi ekonomi hingga ke pelosok desa dan kelurahan di Sangihe. Fokus utamanya jelas: penguatan swasembada pangan lokal, penciptaan lapangan kerja baru bagi warga, serta perluasan akses keuangan yang selama ini mungkin sulit dijangkau masyarakat di wilayah terpencil.
Lebih dari sekadar entitas bisnis, koperasi ini diemban sebagai instrumen sosial yang memiliki kekuatan transformatif. Melalui pengelolaan yang profesional dan akuntabel, Koperasi Merah Putih diharapkan dapat menjadi milik masyarakat sepenuhnya, dikelola oleh warga, dan memberikan manfaat nyata yang adil bagi kesejahteraan seluruh anggota dan komunitas desa/kelurahan.
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E, M.M dalam kesempatan sosialisasi tersebut menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terhadap program ini. Thungari memandang koperasi sebagai sarana efektif menciptakan keadilan ekonomi di lapisan masyarakat paling bawah.
“Sosialisasi ini juga menjadi ajang penting untuk membangun sinergi kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi solid ini menjadi kunci percepatan dan efektivitas pembentukan koperasi di seluruh penjuru Sangihe, memastikan bahwa setiap desa dan kelurahan memiliki pilar ekonomi berbasis kerakyatan yang kokoh,” tutur Thungari.
Pada akhirnya, kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Sangihe diharapkan dapat menggairahkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat, memberdayakan potensi lokal, dan secara signifikan meningkatkan taraf hidup warga, menjadikan desa dan kelurahan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan sejahtera.
(Erick Sahabat)
