Sangihe Bersiap Sambut HUT ke-600: Fokus pada Pelestarian Budaya dan UMKM Lokal

oleh -1941 Dilihat
Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar Rapat Persiapan untuk perayaan HUT Kabupaten Kepulauan Sangihe ke-600 Tahun dan Upacara Adat Tulude, yang berlangsung di Ruang Serba Guna Kantor Bupati Kepulauan Sangihe pada Senin (07/01/25)

Sangihe, SuaraSulut.com — Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar Rapat Persiapan untuk perayaan HUT Kabupaten Kepulauan Sangihe ke-600 dan Upacara Adat Tulude, yang berlangsung di Ruang Serba Guna Kantor Bupati Kepulauan Sangihe pada Senin (07/01/25). Rapat ini menjadi momentum penting dalam memastikan perayaan bersejarah tersebut dapat berlangsung dengan sukses, dengan menitikberatkan pada tata cara prosesi adat, pelestarian budaya lokal, pemberdayaan UMKM, serta kebersihan lingkungan.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah kebersihan kawasan sekitar perayaan. Kepala Stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) Tahuna, James Awaeh, S. Sos, menekankan bahwa kebersihan harus menjadi prioritas, terutama dalam menyambut tamu undangan yang hadir. “Saya rasa kebersihan lingkungan di seputaran pelaksanaan hajatan Pesta Adat Tulude dan seputaran Kota Tahuna harus menjadi perhatian pemerintah. Ini akan menjadi cerminan bagi tamu yang datang,” ujarnya.

Selain aspek kebersihan, Awaeh juga menggarisbawahi pentingnya partisipasi UMKM lokal dalam perayaan ini. Ia mengusulkan agar panitia menyediakan ruang bagi pelaku UMKM untuk memamerkan produk-produk unggulan mereka. “UMKM lokal harus difasilitasi agar dapat menunjukkan produk mereka dalam perayaan Pesta Adat Tulude,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, PLH Kepala Kejaksaan Tahuna menegaskan bahwa UMKM yang berpartisipasi harus berasal dari daerah dan memiliki potensi keberlanjutan, bukan sekadar hadir dalam momen seremonial. Menurutnya, upaya ini dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Kepulauan Sangihe dalam jangka panjang.

Menanggapi berbagai masukan, Pj. Bupati Kepulauan Sangihe, Albert H. Wounde, MH, menegaskan bahwa kebersihan telah menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Ia menyoroti program “Kaehe (Sabtu) Beresi (Bersih)” sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan. “Saya sangat setuju untuk kebersihan ditingkatkan. Jika memang perlu dibuatkan aturan hukumnya, saya sangat mendukung,” ujar Wounde.

Terkait dengan pemberdayaan UMKM, Wounde memastikan bahwa panitia akan bekerja sama dengan Dinas UMKM dan Koperasi untuk memaksimalkan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam perayaan ini. “Ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum bagi masyarakat untuk lebih mandiri secara ekonomi,” tegasnya.

Rapat persiapan ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam menjaga warisan budaya, memberdayakan ekonomi lokal, serta menghadirkan perayaan yang bermakna bagi seluruh masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, perayaan HUT ke-600 Kepulauan Sangihe diharapkan menjadi simbol kebanggaan dan semangat kebersamaan.

Hadir dalam rapat tersebut Forkopimda Sangihe, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, para Kepala OPD, Camat, instansi vertikal, Badan Adat Sangihe, serta sejumlah undangan lainnya.

(Erick Sahabat)