KOTAMOBAGU – Debat kandidat calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi di Hotel Sutanraja, Kota Kotamobagu, berlangsung dengan pengamanan super ketat dari TNI dan Polri.
Sebanyak 330 personel gabungan dari kedua institusi dikerahkan demi memastikan kelancaran acara Pilkada Serentak 2024 ini.
Pengamanan ini didahului oleh apel pasukan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kota Kotamobagu, AKBP. Irwanto, S.IK, MH, di halaman parkir, Hotel Sutanraja Kotamobagu, Rabu 9 Oktober 2024.
Dalam arahannya, Kapolres Irwanto menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga situasi tetap kondusif selama berlangsungnya debat yang dihadiri oleh tiga pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur.
“Kami melibatkan total 330 personel untuk pengamanan debat ini. Dari Polres Kotamobagu sebanyak 150 personel, dari Mapolda Sulut juga 150 personel, serta dari Kodim 1303/BM sejumlah 30 personel,” ungkap Kapolres.
Lebih lanjut, Irwanto memaparkan bahwa pengamanan dibagi ke dalam tiga ring. Ring pertama terdiri dari 30 personel yang menjaga keamanan di dalam ruangan debat, sedangkan ring kedua dengan 50 personel mengamankan area sekitar Hotel Sutanraja.
Sisanya, ditempatkan di ring tiga untuk patroli mobile di sekitar lokasi acara dan wilayah Kotamobagu, guna mendeteksi potensi gangguan keamanan.
“Selain itu, semua peserta debat, tanpa terkecuali, harus melalui pemeriksaan ketat menggunakan security check system saat memasuki area. Kami juga mengawasi secara ketat alat peraga kampanye (APK) yang dilarang dibawa masuk ke ruangan, kecuali yang telah disepakati KPU Provinsi dan masing-masing kandidat,” tambahnya.
Debat kandidat ini menjadi salah satu momentum penting dalam Pilkada Serentak 2024 di Sulut, dengan masing-masing pasangan calon menyampaikan visi-misinya untuk memimpin provinsi Sulut.
Dengan pengamanan yang ketat, acara ini dapat berjalan lancar tanpa adanya insiden berarti.
Kapolres Kota Kotamobagu berharap seluruh rangkaian kegiatan Pilkada dapat terus berlangsung dengan aman dan damai, seraya mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terpancing isu-isu provokatif. (guf)
