Dukung Instruksi Kapolri, LAKI Sulut Gelar Demo Tuntut Stop PETI Ilegal di Polda

MANADO – Ketua Ormas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Firdaus Mokodompit, menegaskan ketidakpuasan atas perlakuan yang berbeda dalam penegakan hukum terkait aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Hal ini terkait dengan keberadaan oknum warga China yang secara bebas melakukan aktivitas PETI di wilayah Ratatotok, Sulawesi Utara.

Dalam aksi demonstrasi yang diumumkan secara resmi pada Jumat, 19 April 2024, Firdaus Mokodompit menyampaikan kekecewaannya terhadap ketidaksetaraan dalam penanganan hukum terhadap pelaku PETI.

Sementara warga lokal yang terlibat dalam PETI langsung ditindak, oknum warga China yang terlibat dalam praktik serupa dibiarkan bebas melakukan aktivitasnya.

“Kami melihat dengan prihatin bahwa penegakan hukum terhadap PETI di daerah ini tidak konsisten. Sementara warga lokal dikenai hukuman tegas, oknum warga China melakukan PETI secara besar-besaran tanpa hambatan,” ungkap Firdaus Mokodompit.

Menurutnya, situasi ini telah menyebabkan kerugian besar bagi negara, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Aktivitas PETI yang dilakukan secara masif oleh oknum warga China telah mengakibatkan perusakan lingkungan yang signifikan, sementara hasil tambang emas yang seharusnya menjadi aset negara dirampok dan dieksploitasi.

“Mereka tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga merampok kekayaan alam negara. Sudah saatnya tindakan tegas diambil untuk menghentikan aktivitas PETI ilegal di wilayah ini dan menuntut pertanggungjawaban para pelakunya,” tegas Firdaus.

Dalam aksinya, Firdaus Mokodompit menyerahkan surat permohonan dan poin aksi kepada Mapolda Sulut dan Imigrasi Sulut, meminta agar oknum warga China yang terlibat dalam PETI segera ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Ia juga mengancam akan terus mengawal perkembangan penegakan hukum terhadap oknum PETI tersebut, serta akan memantau kinerja aparat penegak hukum terkait dengan masalah ini.

Aksi demonstrasi ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberantas praktik ilegal seperti maening, judi darat, dan judi online.

Firdaus Mokodompit menegaskan bahwa Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) akan terus bersikap tegas dalam memperjuangkan keadilan dan penegakan hukum yang merata bagi semua pihak.

“Kami siap melakukan aksi demonstrasi hingga aktivitas PETI ilegal di wilayah ini dihentikan sepenuhnya dan pelakunya ditindak secara adil. Kami juga meminta Kapolri untuk mengevaluasi kinerja aparat penegak hukum di Sulut terkait dengan masalah ini,” tambahnya.

Aksi demonstrasi yang dipimpin oleh Firdaus Mokodompit ini mendapat dukungan luas dari masyarakat setempat yang turut prihatin dengan maraknya aktivitas PETI ilegal yang merugikan negara dan lingkungan hidup.

Harapannya, langkah tegas akan segera diambil untuk mengakhiri praktik yang merugikan ini dan menegakkan keadilan bagi semua pihak. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version