Upaya Pemerintah Melawan Ancaman DBD di Kabupaten Kepulauan Sangihe

oleh -4103 Dilihat
Nyamuk Aedes Aegypti, Penyebab DBD. Foto; www.pexels.com

Sangihe, SuaraSulut.com Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kepulauan Sangihe telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan bagi masyarakat, terutama para orang tua yang mengutamakan kesehatan anak-anak mereka.

Dalam menghadapi situasi ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, melalui Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda), mengambil langkah cepat dan tanggap untuk menangani wabah tersebut.

dr. Handry Pasandaran, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, telah mengimplementasikan serangkaian tindakan strategis dalam upaya pencegahan dan penanggulangan DBD.

Salah satu langkah utamanya adalah memberikan himbauan kepada Pemerintah Kecamatan, Kelurahan, dan Puskesmas di Sangihe untuk menyebarkan gerakan 3M plus (Menguras, Menutup, Mengubur) dan gerakan 1 rumah 1 juru pantau jentik kepada seluruh masyarakat.

Tidak hanya itu, dr. Pasandaran juga memerintahkan stafnya untuk melaksanakan Abatisasi, yaitu penaburan Abate untuk membunuh jentik nyamuk, serta Fogging atau pengasapan di dua kelurahan, yaitu Dumuhung seputaran Polres, Kelurahan Lesa, dan lima kampung, seperti Dagho, Lapango, Petta, Kalekube, dan Tariang Lama.

Noortje A. Kaemba, Kepala Bidang Program Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkesda Kabupaten Kepulauan Sangihe, menyatakan bahwa upaya yang telah dilakukan berhasil mengurangi jumlah kasus DBD.

“Saat ini, hanya tinggal satu orang pasien DBD yang dirawat di Rumah Sakit Liun Kendage Tahuna,” ujarnya.

Dengan tindakan yang telah diambil, diharapkan penanganan wabah DBD di Kepulauan Sangihe dapat berjalan efektif, memberikan perlindungan kepada masyarakat, dan memastikan kesehatan mereka tetap terjaga.

(Erick Sahabat)