Somba: Program Lumbung Pangan Bitung Bukti Pemimpin Cinta Warganya

SUARASULUT.COM, BITUNG- Penyediaan lumbung pangan berbasis keluarga dan kelurahan yang telah dicanangkan dan terus direalisasikan di berbagai tempat di Kota Bitung merupakan upaya Pemerintah Kota ditengah mewabahnya virus korona yang tidak bisa dipungkiri berdampak pada menurunnya penghasilan sebagian besar warga masyarakat.

Berbagai tindakan preventif dilakukan Pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab terhadap warga agar terhindar dari bahaya penyebaran covid 19 baik dari segi kesehatan maupun ekonomi. Hal yang menarik yang perlu diberikan apresiasi juga yaitu bagaimana keseriusan Walikota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta jajaran pengurus TP-PKK Kota Bitung melalui ketua Bunda Khouni Lomban Rawung, yang terus memotivasi sekaligus memberi teladan kepada masyarakat agar dapat menyediakan pangan sendiri baik dihalaman rumah maupun di lahan-lahan tidur yang ada.

Henry Roy Somba, Ketua Petani Milenial Bitung dalam rilisnya mengatakan bahwa apa yang dilakukan Walikota bersama Istri ini merupakan teladan yang luar biasa dan tidak banyak kepala daerah melakukannya ditengah pandemic covid 19 ini. Kita bisa belajar dari negara-negara yang pernah mengalami bencana kelaparan yang dipicu oleh bencana alam sebelumnya seperti terjadi di beberapa negara Afrika setahun yang lalu. Pangan adalah kebutuhan utama masyarakat yang harus selalu tersedia stoknya.

Lebih lanjut Somba mengungkapkan bahwa bencana kelaparan mungkin bahasanya terdengar terlalu ekstrim tapi paling tidak dengan adanya program lumbung pangan ini, akan membantu masyarakat untuk memperoleh pangan dengan mudah, murah bahkan gratis dan ini sangat membantu memecahkan persoalan ekonomi sebagai imbas dari pembatasan aktivitas kerja masyarakat.

Kami juga wadah Petani Milenial Bitung terus mendorong generasi muda yang memiliki minat dibidang pertanian untuk membuka lahan-lahan baru dengan terus berinovasi agar selain membantu menyiapkan pangan secara mandiri, juga sebagai upaya pemberdayaan generasi muda untuk membuka lapangan kerja sendiri melalui usaha pertanian yang dilakukan. Tutup Henry.(angky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version