Mari Jadikan Contoh, Jenazah Covid-19 Sempat Telantar, Bripka Jerry Tumundo jadi Relawan Petugas Pemakaman

oleh -11.563 views
Bripka Jerry Tumundo, Kanit Reskrim Polsek Dimembe.(ist)

SUARASULUT-COM AERMADIDI- Salahsatu menjadi relawan saat pemakaman warga di Desa Wusa Kabupaten Minahasa Utara, meninggal karena positif covid-19, Bripka Jerry Tumundo, Kanit Reskrim Polsek Dimembe, bersedia melakukan pemakaman karena tidak ada petugas pemakaman saat jenazah positif covid-19 telah beberapa jam di lokasi pemakaman.

Menurut informasi di rangkum dari beberapa sumber, pemakaman pasien meninggal akibat covid-19 direncanakan akan dilakukan di Desa Wusa Kecamatan Talawaan, tetapi atas permintaan keluarga dipindahkan ke Desa Winetin di Kecamatan yang sama.

Bripka Jerry Tumundo, Kanit Reskrim Polsek Dimembe, bantu menguburkan jenazah yang positif covid 19.(ist)

Saat petugas berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Winetin, terjadi penolakan dari warga Desa Winetin dengan alasan, tidak terdaftar sebagai warga Desa Winetin dan terdaftar warga Desa Wusa.

Selanjutnya proses pemakaman disiapkan di Desa Wusa oleh aparat pemerintah hadiri pemerintah Kecamatan dan Kapolsek Dimembe AKP Decky Demus.

Saat jenazah tiba di lokasi pemakaman di Desa Wusa sekitar jam 09:15 wita, tidak ada petugas melakukan pemakaman sesuai protokol covid-19.

Yang datang hanya seorang sopir dan hanya bertugas membawa jenazah tersebut. Saat itu pemerintah yang ada di lokasi sempat menjadi bingung, siapa akan melakukan pemakaman.

Setelah menunggu berapa waktu, sambil mencari bantuan ke Dinkes Minut dan Dinkes Sulut, datanglah perwakilan tim covid Sulut dan Dinkes Minut dengan membawa Alat Pelindung Diri (APD).

Alat Pelindung diri (APD) telah ada, tapi petugas melakukan pemakman tidak ada.

Disitulah petugas yang ada di lokasi pemakaman langsung mencari relawan, dan Bripka Jerry Tumundo yang juga warga Desa Wusa, langsung meminta ijin kepada Kapolsek Dimembe selaku pimpinannya.

Tumundo saat di wawancarai media ini lewat telefon mengatakan, Sebagai Petugas kepolisian harus siap membantu masyarakat dan Negara walaupun tugas itu sangat beresiko.

“Karena tidak ada petugas untuk melakukan pemakaman, yah saya meminta ijin kepada Pak Kapolsek, saat itu pak Kapolsek juga belum mengijinkan saya, karena menurut Pak Kapolsek saya belum tau protokol penguburan orang yang meninggal karena covid-19, tapi saat itu sudah ada petugas Tim covid-19 Sulut, yang mengerti protokol penguburan jenazah covid-19. Dan saat itu saya meminta ijin lagi ke Pak Kapolsek, dengan alasan, bahwa, yang akan dimakamkan itu adalah jemaat di kolom saya, saat itu Kapolsek langsung memberikan izin sambil mengingatkan saya harus tetap ikut protokol yang baru diajarkan. memang dalam hati ada rasa was-was, karena baru pertama kali mengurus pemakaman jenazah covid-19.” tutur Tumundo, yang juga sebagai Penatua di kolom 1 jemaat Efrata Wusa.

Saat melakukan pemakaman yang berakhir sekitar jam 13:00, Tumundo di temani salahsatu anak dari almarhum yang akan dimakamkan Berty Rorimpandey, Bastian Pinontoan kepala jaga 1 Desa Wusa dan sopir ambulance.

Pada hari sebelumnya Bripka Jerry Tumundo yang juga warga desa yang sama dengan pasien meninggal karena covid-19, menjadi orang pertama melakukan rapid test di Desa Wusa bersama puluhan warga lainnya.(angky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *